Provinsi Bangka Belitung
Bangka Belitung – Investigasi Awak di Lapangan adanya Penangkapan Timah dan mineral ikutan, dari keterangan masyrakat oleh satgas Tri cakti
Demi menjaga kedaulatan sumber daya mineral kembali membuahkan hasil konkret. Satgas Tri Cakti mencatat pencapaian penting setelah berhasil menggagalkan rencana pengangkutan bijih timah dan mineral ikutan yang diduga kuat berasal dari sumber tidak sah. Operasi yang digelar pada Kamis malam, 12 Februari 2026, mencerminkan ketajaman analisis intelijen serta ketegasan langkah penindakan di lapangan. Jumat (13/2/2026).
Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penindakan sebelumnya di Pelabuhan Muntok, yang kemudian mengerucut pada sebuah gudang konsolidasi material di kawasan Pangkal Balam. Dalam pelaksanaannya, Satgas Tri Cakti berkolaborasi dengan Satgassus Pusintelal dan Lanal Bangka Belitung selaku penyidik, menjalankan operasi secara senyap, terukur, dan profesional.
Gudang yang dikelola oleh inisial DN tersebut diduga menjadi simpul transit sebelum material dikirim keluar daerah melalui jalur darat dan laut. Dari lokasi ini, aparat mengamankan monazite sekitar 175 karung atau ±7 ton, zircon 200 karung atau ±8 ton, serta timah kering sekitar 5 ton. Total material siap kirim mencapai ±15 ton, sementara estimasi keseluruhan stok di dalam gudang diperkirakan ±200 ton dan masih dalam proses pendataan lanjutan.
Rencana pengiriman menggunakan dua unit truk Fuso yang dikemudikan oleh inisial PR dan FD berhasil dihentikan sebelum bergerak. Tidak ditemukannya dokumen asal-usul, izin penyimpanan, maupun dokumen pengangkutan memperkuat dugaan kuat distribusi mineral ilegal yang terorganisir.
Keberhasilan ini menegaskan Satgas Tri Cakti sebagai garda strategis negara dalam mengamankan tata kelola pertambangan. Pendekatan berbasis intelijen, kerja senyap, dan sinergi lapangan menjadi fondasi kesuksesan operasi ini. (*)










